Amazon Digruduk Seribu Musisi Karena Anti-Imigran

Lebih dari seribu musisi berdiri sendiri meneken tuntutan untuk memboikot Amazon yang dipandang memberi dukungan kebijaksanaan anti-imigran pemerintahan Amerika Serikat sebab bekerja bersama dengan tubuh Penegakan Imigrasi serta Bea Cukai (ICE).

“Kami tidak akan biarkan Amazon mengeksploitasi kreatifitas kami untuk mempromokan merek sesaat mereka memberi dukungan serangan pada imigran, komune kulit berwarna, pekerja, serta ekonomi lokal,” demikian bunyi surat terbuka beberapa musisi yang diambil NME.

Dalam surat yang dikutip di situs Fight for the Future itu, tercantum beberapa nama musisi simpatisan pergerakan boikot Amazon itu, dari mulai DIIV, Chastity Belt, Deerhof, sampai Girlpool.

“Artis yang memberi tanda-tangan berikut ini berang sebab Amazon terus memberi pertolongan tehnis yang memberi dukungan pelanggaran HAM oleh ICE. Kami tidak berperan serta dalam acara yang disponsori Amazon, atau terjebak kerja sama juga dengan Amazon,” catat mereka.

Pergerakan ini berawal saat Amazon membuat festival musik dengan bintang tamu dari mulai Foo Fighters, Beck, Anderson Paak, sampai The Black Madonna. Tidak lama sesudah daftar penampil dipublikasikan, The Black Madonna mengundurkan diri sebab temukan bukti tentang Amazon.

Seperti dikutip NME, salah satunya anak perusahaan Amazon, Amazon World Service, memang bekerja bersama dengan Palantir. Perusahaan penambang data itu sediakan tehnologi buat ICE yang menolong mereka mencari imigran ilegal untuk selanjutnya dideportasi.

Sekarang, Amazon World Service sedang meningkatkan piranti lunak polemis yang bisa dipakai untuk mengetahui muka. Beberapa musisi juga janji tidak akan bekerja bersama berbentuk apa pun sampai Amazon penuhi tiga tuntutan penting mereka.

Pertama, beberapa musisi berdiri sendiri itu menekan Amazon melepaskan semua kontrak dengan militer, aparat penegak hukum, serta badan-badan pemerintahan yang lain, dari mulai ICE, Perlindungan Tepian, sampai Kantor Peletakan Pengungsi.

Inilag Daftar Penyanyi Paling Kaya di Dunia

Mereka minta Amazon akhiri peningkatan piranti lunak pengenal muka yang di kuatirkan bisa tingkatkan diskriminasi berdasar warna kulit. Paling akhir, beberapa ribu musisi itu menekan Amazon World Service hentikan dengan permanen service serta perlengkapan buat perusahaan-perusahaan seperti Palantir.

Pergerakan beberapa musisi ini di inspirasi dari beberapa barisan warga lain yang telah mengatakan tindakan sama awalnya, dari mulai golongan pengembang tehnologi sampai komune komik. Komunitas-komunitas ini berang dengan sikap pemerintahan AS dibawah komando Presiden Donald Trump yang dipandang benar-benar anti-imigran.

Semenjak awal memegang, Trump sudah menyebabkan sentimen anti-imigran dengan janji untuk membuat tembok di selama tepian Amerika Serikat serta Meksiko. Dibawah pemerintahannya, Trump mengaplikasikan kebijaksanaan untuk memisahkan anak imigran dengan keluarganya sepanjang proses verifikasi.

Paling akhir, Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) mengatakan jika mereka sedang meningkatkan gagasan pengumpulan DNA imigran ilegal yang nanti akan dimasukkan ke basis data profile DNA kriminil.

Kebijaksanaan pemungutan sampel DNA itu menyebabkan masukan dari beberapa advokat hak-hak sipil. Menurut Vera Eidelman, pengacara dari Serikat Kebebasan Sipil Amerika, pemungutan DNA dengan paksa berefek pada kebebasan serta otonomi warga.

Dia selanjutnya menyorot arah pengumpulan DNA yang awalannya jadi satu bentuk penyelidikan kriminil jadi alat pengawasan populasi, bersimpangan dengan hak fundamen manusia untuk memperoleh kebebasan serta otonomi.