Gadis Desa di Kabupaten Ngawi Ditelanjangi Untuk Menghilangkan Jejak

BU (24) wanita cantik asal Dusun Kalang, Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur yang diketemukan meninggal di kebun jagung punya Perhutani, Senin (23/12/2019), tidak diperkosa walau diketemukan dalam keadaan telanjang.

Aktor pembunuhan, M Iqbal Maulana (20) masyarakat Dusun Geneng, Desa Banjar Banggi, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, pada penyidik akui dianya menyengaja menelanjangi korban untuk hilangkan jejak.

“Hasil autopsi tidak ada perkosaan, jadi kematian korban sebab benda tumpul,” kata Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Khoirul Hidayat, saat di konfirmasi, Jumat (27/12/2019) di Mapolres Ngawi.

AKP Khoirul menjelaskan, tidak hanya dari pernyataan aktor, hal ini dibuktikan hasil dari visum et refertum, RS Bhayangkara Kediri oleh dr Mustika Spf, swab vagina negatif tidak ada perkosaan.

“Jadi itu cuma peralihan yang dikerjakan terangka supaya seakan-akan korban pemerkosaan,” kata Khoirul. Ia memberikan tambahan, selesai membunuh korban, aktor melepas pakaian, celana, dompet korban, selanjutnya membuangnya di sungai.

Sedang hp, serta motor Honda Beat warna hitam AE 3156 JD. Dikabarkan awalnya 90 bola, satu orang wanita tidak diketahui, diketemukan dalam keadaan tidak bernyawa di Petak 51 Resort Pemangku Rimba (RPH) Sidowayah BKPH Kedunggalar, Dusun Sudut, Desa Banjarbanggi, Kecamatan Pitu.

Bawa Serta Lamborghini Jadi Arogan, Bergantung Mental Yang Memiliki

Wanita berkulit putih ini diketemukan pada Senin (23/12/2019) seputar jam 08.00 oleh masyarakat ditempat. Waktu diketemukan, keadaan jasad dalam kondisi telentang di kebun jagung, tanpa ada baju. Sesudah lakukan penyidikan sepanjang empat hari, team kombinasi dari Polres Ngawi serta Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa timur pada akhirnya tangkap pelakunya.

Aktor namanya M Iqbal Maulana (20) masyarakat Dusun Geneng, Desa Banjar Banggi, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi. Aktor diamankan dalam suatu jalan di Sidoarjo, selesai jual motor punya korban, Kamis (26/12/2019) siang. Berdasar hasil kontrol, aktor adalah residivis masalah pencurian sepeda motor.

Didapati, aktor barusan keluar dari Lapas Kelas II B Ngawi pada 28 November kemarin.

“Aktor barusan selsai jalani proses pidana. Di sini (Ngawi) 2x, paling akhir 28 November 2019, tempo hari baru keluar. Di Wonogiri 1x, targetnya motor semua,” kata Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Khoirul Hidayat, Jumat (27/12/2019) siang.

Ia menerangkan, saat masih berumur 16 tahun, pada September 2016 aktor lakukan tindak pidana curanmor. Selanjutnya, pada Februari 2018, aktor kembali lakukan pencurian motor di Wongoiri.

Paling akhir, pada September 2018, aktor lakukan penggelapan sepeda motor di Ngawi, dengan keputusan 1 tahun empat bulan penjara. Aktor baru keluar dari lapas Ngawi pada 28 November 2019.

Belum genap satu bulan, aktor kembali lakukan tindak kejahatan. Sekarang dia harus kembali punyai urusan dengan polisi atas masalah pembunuhan serta pencurian dengan kekerasan yang dilakukan pada BU (24).

Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario Yustianto menjelaskan, hasil kontrol sesaat, motif terduga lakukan pembunuhan sebab ingin merampas sepeda motor serta beberapa barang punya korban.

“Terduga ingin kuasai motor serta barang bernilai punya korban,” tuturnya.

Menurut AKBP Dicky Ario Yustianto, motor punya korban telah di jual terangka pada satu orang di Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo seharga Rp 4,6 juta. Tidak hanya tangkap aktor pembunuhan, polisi amankan Miskano (28), masyarakat Desa Katerongan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo.