Penjelasan Seni Tari Berserta Jenis Dan Unsur-Unsurnya

Anda tahu Seni Tari ? Berikut Penjelasannya, Indonesia adalah negara yang memiliki keanekaragaman bahasa, suku dan budaya. Salah satu keanekaragaman budayanya yang khas adalah tarian. Jika diperhatikan, jenis tarian di Indonesia akan berbeda di setiap daerah. Keunikan akan tercermin dalam gerakan, ekspresi, iringan, kostum yang dikenakan dan makna tarian itu sendiri.

Beberapa orang mengatakan ekspresi yang dalam, sering dimanifestasikan dalam banyak hal, salah satunya dalam bentuk gerakan, yaitu menari. Ekspresi ekspresi berguna untuk memenuhi berbagai kebutuhan manusia. Penciptaan tarian pada umumnya merupakan upaya memenuhi kebutuhan material dan spiritual manusia.

Selain itu, tarian diciptakan untuk mendapatkan kepuasan spiritual, di mana tarian tersebut akan bertindak sebagai sarana pertunjukan yang sering mengandung unsur pendidikan, norma, nilai, pesan untuk tujuan tertentu dan juga untuk memperingati hari-hari tertentu di berbagai daerah. Dari ulasan di atas, tarian akan menarik untuk diulas lebih dalam, jadi mari kita mulai dari pengertian, jenis dan elemen tarian.

Seni Tari

Seni Tari

Ada banyak pendapat ahli tentang gagasan tarian, pemahaman yang tertua adalah dari Aristoteles yang mengatakan bahwa tarian adalah gerakan ritmis yang dapat menghadirkan karakter manusia ketika mereka bertindak. Tidak jauh berbeda, S. Humardani mengatakan bahwa tarian merupakan ekspresi ekspresif dalam bentuk gerakan ritmis dan indah.

Menurut I Gede Ardika, tarian adalah sesuatu yang dapat menyatukan banyak hal sehingga setiap orang dapat menyesuaikan atau menyelaraskan gerakan mereka sesuai dengan poker99 cara mereka sendiri. Gagasan tari terkenal adalah dari BPH Soerjodiningrat yang mengatakan sebanyak ebahing sak randuning badhan, katata pikantuk wiramaning gendhing, jumbuhing pasemon kalihan pikajenging joget, yang berarti tarian adalah gerakan semua anggota tubuh selaras dengan suara musik, diatur oleh para irama dan tujuan yang tepat dalam menari.

Jenis Tarian Berdasarkan Jumlah Pemirsa

1. Tarian Tunggal

Seni Tari Tarian Tunggal

Tarian dilakukan oleh satu penari, baik pria maupun wanita. Jenis-jenis tarian tunggal dari berbagai daerah meliputi: Tari Gambir Anom (Jawa Tengah), Tari Gatot Kaca Gandrung (Jawa Tengah), Tari Golek (Jawa Tengah), Tari Gambyong (Surakarta), Tari Panji Semirang (Bali), Tari Ajat Temuai Datai (Kalimantan Selatan), Tari Reog (Ponorogo), Tari Topeng Klono Tunjung Seto (Madura), Tari Topeng Cisalak (Depok), Tari Intren (Indramayu), tari jaipong (Jawa Barat), Tari Bondan (Surakarta).

2. Pair Dance

Seni Tari berdua
Tarian dilakukan oleh dua orang berpasangan, seperti putra dan putri, putri dengan putri dan atau putra dan putri. Jenis-jenis tari berpasangan dari berbagai daerah meliputi: Tari Payung (Sumatera Barat), Tari Legong (Bali), Tari Janger (Bali), Tari Serampang Dua, Tari Bedhaya (Jawa Tengah), Tari Serimpi (Jawa Tengah), Tari Jathilan (Yogyakarta) ), Tari Gandrung (Jawa Timur), Tari Remo (Jawa Timur)

 

3. Tari Kelompok

seni tari Pair Dance
Tarian tersebut diperagakan oleh lebih dari dua penari yang jumlahnya tidak terbatas dan dapat dimainkan oleh pria dan wanita dengan perbandingan angka sesuai dengan kebutuhan tarian itu sendiri. Jenis-jenis tarian dalam kelompok dari berbagai daerah meliputi: Tari Saman (Aceh), Tari Piring (Jawa Barat), Tari Serampang Dua Belas (Sumatera Utara), Tari Pendet (Bali), Tari Maengket (Minahasa).

Unsur-Unsur Seni Tari

Untuk memanifestasikan ekspresinya dalam tarian, manusia menampilkan suatu bentuk gerak yang diiringi oleh musik. Anda akan sering melihat orang-orang yang bergerak ke ritme dan nada tertentu, baik dangdut, pop, regge, rock dan jenis musik lainnya. Seseorang dapat mengatakan bahwa mereka melakukan gerakan tarian harus memenuhi kondisi atau elemen tertentu. Ada tiga unsur dalam tarian, yaitu unsur gerak, iringan, dan ekspresi.

1. Gerak
Elemen dasar dan paling penting dari tarian adalah gerak tubuh pemain. Gerak tidak dapat dipisahkan oleh elemen energi, ruang dan waktu. Karena itu, tarian adalah terjemahan gerak, ruang, energi, dan waktu. Menurut Soedarsono, tarian adalah seni gerak, jadi yang terpenting dalam tarian adalah geraknya. Secara umum, urutan gerakan yang berkaitan dengan gerakan dari satu gerakan ke gerakan berikutnya, bermakna atau tidak, juga indah atau tidak, dan efisien.

Menurut Yulianti Parani, gerakan dalam tarian dapat dibagi menjadi sepuluh pola, yaitu:

  • Gerak sebagai hasil kesadaran tubuh atau anggota tubuh seorang penari.
  • Gerak sebagai hasil dari kesadaran kelompok.
  • Gerak sebagai akibat irama fungsional.
  • Gerak akibat merasa ringan sehingga Anda ingin lepas dari lantai.
  • Gerakan itu dituntut oleh kualitas ekspresi.
  • Gerak sebagai akibat dari bentuk-bentuk tertentu dalam penggunaan tubuh.
  • Gerak sebagai hasil dari penggunaan kekuatan yang berasal
    lengan dan tangan.
  • Gerak sebagai hasil kesadaran akan aliran berat di ruang
    dan waktu.
  • Gerak sebagai hasil dari kesadaran akan waktu dan kekuatan atau kekuatan.
  • Gerak sebagai kesadaran ruang.

2. Pengiring
Dalam menari, iringan memainkan peran yang sangat penting. Ada dua jenis iringan dalam tarian, yaitu iringan dalam dan iringan luar. Iringan dalam adalah iringan tarian yang langsung diangkat oleh penari, seperti tari tifa, tari samur, dan rebana. Sedangkan iringan luar adalah iringan yang berasal dari luar penari.

Musik sebagai iringan tari memiliki tiga fungsi iringan, yaitu musik sebagai penggambaran ilustrasi, musik sebagai iringan gerakan tari, dan musik sebagai suasana untuk gerakan tari. Dalam hal kebutuhan mereka, iringan musik dalam pertunjukan seni memiliki jenis tarian yang hanya diiringi oleh musik sederhana dan alat musik minimal, tetapi ada juga yang disertai dengan musik yang sangat kompleks dan rumit serta sekelompok musisi.

3. Ekspresi
Ekspresi diri manusia bisa berbeda tergantung bagaimana situasi psikologis manusia dalam menghadapi berbagai hal dan masalah. Demikian juga dalam pertunjukan tari yang membutuhkan kehadiran ekspresi diri dari penari sebagai objek visual. Bentuk ekspresi tari cenderung dibuat dan direkayasa yang disebut istilah stylization.

Dalam sebuah tarian, ekspresi ekspresi akan berbeda dari situasi sehari-hari sang penari. Ekspresi dalam tarian memainkan peran penting, karena melalui mana makna dapat diekspresikan kepada penonton atau penikmat. Ekspresi dalam tarian ini dapat diekspresikan melalui gerakan penari, suasana iringan tarian, dan perubahan ekspresi pada wajah. Ungkapan yang bisa dilihat langsung oleh penonton adalah bahwa ekspresi wajah itu penting karena berkaitan langsung dengan apresiasi penari.

Dapat disimpulkan bahwa ekspresi ekspresi dan perasaan terbaik adalah dalam bentuk karya seni gratis, salah satunya adalah dalam bentuk tarian. Karena sambil mengekspresikan perasaan, menari akan dapat menghibur orang lain.